Kesalahan Berpikir Karyawan “Divisi Sayalah yang Terpenting di Perusahaan Ini”

Setiap perusahaan biasanya terdiri dari beberapa divisi, di mana setiap divisi memiliki fungsi dan tujuan masing-masing. Namun beberapa karyawan sering memiliki pemikiran bahwa divisinya merupakan divisi yang paling penting dan perusahaan tidak dapat berjalan tanpa divisi tersebut. Padahal setiap divisi memiliki peran masing-masing yang sama pentingnya, agar perusahaan dapat berjalan dan berkembang.

Dikatakan Wijaya Hartono, SE, MBA, pakar manajemen Universitas Ciputra Surabaya, pada talkshow Inspirasi Solusi di radio Suara Surabaya (Mengelola Relasi Antar Divisi, 2013), sebenarnya tidak ada divisi yang tidak penting atau lebih penting. Masing-masing divisi terintegrasi menjadi satu-kesatuan dalam gerak langkah perusahaan atau organisasi. Oleh karena itu yang penting diperlukan adalah skill komunikasi antar divisi; karena dalam komunikasi ada fungsi pengawasan, motivasi, pengungkapan emosi dan saling memberikan informasi.

Namun jika komunikasi kurang baik, hal ini dapat menjadi sumber konflik; baik secara pribadi, antar divisi, maupun antar organisasi. Efeknya bisa sangat meluas akibat dari komunikasi yang kurang mengenai sasaran ini. Mungkin tidak bisa dipungkiri bila kerap terjadi adanya divisi yang merasa paling penting dibanding divisi lainnya dalam sebuah perusahaan. Hal ini nantinya akan memicu timbulnya konflik-konflik horizontal yang tidak perlu, sebenarnya.

Namun demikian, sebenarnya konflik dapat dikelola menjadi energi yang besar untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan. Bukankah konflik itu dapat muncul akibat perbedaan budaya atau bahasa, beda persepsi atau informasi, dan mungkin juga karena perbedaan ekspektasi. Konflik yang timbul dapat mengakibatkan gagalnya mencapati tujuan dari suatu persuahaan. Oleh karena itu, hal yang terpenting kemudian adalah bagaimana mengelola konflik tersebut agar dapat menjadi sumber energi untuk meraih impian perusahaan.

 

Agar konflik antar divisi ini bisa menghasilkan energi positif, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

  1. Menghindari konflik, di antara divisi yang potensial konflik, harus ada pihak yang bersikap untuk lebih menghindari konflik. Ada divisi yang harus berusaha membekukan konflik untuk sementara.
  2. Kompromi, sikap ini bisa ditempuh bila komunikasi antar divisi bisa terjalin baik. Bahwa masing-masing divisi merasa perlu menjaga hubungan baik, dan itu lebih penting untuk meraih tujuan yang lebih utama. Masing-masing pihak rela mengorbankan sebagian kepentingannya untuk meraih win win solution.
  3. Berkolaborasi, menciptakan win win solution dengan saling bekerja sama. Keunggulan masing-masing divisi disatukan, bukan sebaliknya ingin saling menjatuhkan.
  4. Berkompetisi, tindakan ini dilakukan bila kepentingan sendiri lebih diutamakan di atas kepentingan pihak lain. Pilihan tindakan ini bisa sukses bila situasi membutuhkan pengambilan keputusan dengan cepat. Tentu saja, situasi menang-kalah akan terjadi mengiringi tindakan ini. Tapi upaya yang harus ditempuh sebesar-besarnya harus tercipta win win solution bila memilih tindakan ini.
  5. Memilih cara akomodatif, salah satu pihak mengalah dan mengorbankan beberapa kepentingan sendiri agar pihak lain mendapatkan keuntungan dari situasi konflik tersebut. Tindakan ini sering disebut self sacrifying behavior. Menjaga hubungan baik menjadi hal utama dalam tindakan ini.


Perusahaan juga memiliki tanggung jawab dan peran untuk mendukung terciptanya suasana kondusif bagi tiap divisi dalam sebuah perusahaan. Peran dan tanggung jawab perusahaan itu antara lain harus membangun kebersamaan, memberi insentif yang jelas, memberi arahan yang jelas dan terukur, dan menampilkan leadership yang baik. Selain itu, karyawan harus saling menghormati dan bekerja sama dengan divisi satu sama lain. 

Sumber: Surabaya City Guide (Mengelola Relasi Atar Divisi, 2013) dengan pengubahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s