Faktor – faktor yang harus diperhatikan seorang kandidat/ pelamar

Dalam artikel minggu lalu, kami membahas bagaimana seharusnya perusahaan memperlakukan kandidatnya. Sekarang kami akan membahas bagaimana seharusnya seorang kandidat tampil ketika menghadiri suatu proses seleksi, baik itu tes maupun wawancara. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Waktu Sebisa mungkin ketika mendapatkan undangan untuk menghadiri suatu proses seleksi, kandidat datang di tempat yang dijanjikan sebelum waktunya agar menimbulkan kesan disiplin yang baik. Misalkan kandidat tersebut diharuskan datang jam 10 pagi, datanglah 10 atau 15 menit sebelumnya. Selain itu hal ini juga dapat dimanfaatkan kandidat untuk mempersiapkan diri, mulai dari mental maupun pakaian agar dapat tampil maksimal pada saat proses dilakukan.
  2. Persiapan Persiapan dalam hal ini seperti cari tahu lokasi pelaksanaan tes dan wawancara (agar tidak bingung, terlebih nyasar karena tidak tahu tempatnya dan tidak tahu angkutan/ rute yang harus diambil. Alasan karena telat kena macet tidak bisa dijadikan suatu alasan, terlebih bila anda tinggal di kota yang 24 jam selalu macet), alat tulis (jangan sampai ketika tes sudah dimulai, tiba – tiba ballpoint tidak menyala dan harus meminjam teman sebelah), pakaian (jangan sampai pada waktu mau berangkat, dipusingkan dengan baju atau sepatu mana yang harus dipakai), mental(ini juga harus dipersiapkan agar tidak grogi dan menimbulkan kesan buruk. Berpikir secara positif dan tetap optimis agar tenang ketika menghadapi proses seleksi yang ada)
  3. Pakaian Perhatikan kerapihan dan kesopanan pakaian yang akan digunakan pada saat proses tes dan wawancara karena terkadang hal ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi penilaian pewawancara, walau pada dasarnya seseorang akan lolos dilihat dari kompetensi yang dimiliki oleh kandidat tersebut. Bayangkan ketika pewawancara sudah terkesima oleh penampilan luar anda dan secara positif mempengaruhi penilaian pewawancara. Tapi ketika tidak dimungkinkan untuk tampil “wah”, sebisa mungkin berpakaian formal dan serapi mungkin. Misalnya anda tidak diharuskan memakai jas, dasi atau blazer. Tapi dengan kemeja lengan panjang, celana panjang bahan dan sepatu fantofel sudah cukup memberi kesan rapih (dengan catatan harus disetrika dengan rapih). Namun bila masih tidak memungkinkan untuk mewujudkan hal tersebut, Anda dapat memberikan penjelasan diawal, terutama ketika wawancara dilakukan, agar memberikan kesan yang bertanggung jawab. “maaf saya saat ini tidak bisa tampil secara formal karena keterbatasan dana dan tidak bisa meminjam orang lain. Namun ketika saya sudah bekerja dan mendapatkan gaji, saya akan berusaha memperbaiki penampilan saya. lagipula saya yakin dengan kompetensi yang saya miliki dapat membantu mengerjakan tugas saya dengan baik” kira – kira penjelasan seperti itu yang dapat diberikan agar kesan positif terbentuk. Yang pasti jangan pakai baju tank top atau kutang ya ….
  4. Cara menjawab ketika proses wawancara dilakukan Hindari jawaban singkat, tidak padat, bertele – tele, tidak jelas dan tidak nyambung. Bagi kandidat yang menghadapi pewawancara yang tidak memiliki pengetahuan cukup mengenai proses wawancara, hal ini akan memperburuk penilaian. Jawab pertanyaan yang diberikan oleh pewawancara dengan mencakup tiga hal berikut : situasi/ tugas (gambaran situasi atau tugas yang pernah dialami, berikan jawaban sedetail mungkin tentang peran, siapa saja yang terlibat didalam situasi tersebut), kemudian Action (yaitu tindakan apa yang dilakukan untuk menghadapi situasi yang telah dijelaskan diawal, apa cara yang diambil untuk melaksanakan suatu tugas beserta alasannya), yang terakhir adalah hasil (merupakan hasil yang diperoleh ketika memilih cara tertentu untuk menyelesaikan tugas yang diberikan, hasil akhir yang diperoleh dari situasi yang ada diawal). Konsep ini lebih dikenal dengan metode STAR interview (Situation Task Action Result) yang merupakan cara yang paling umum digunakan ketika wawancara dilakukan. Untuk info lebih lanjut bisa googling mengenai metode ini di internet atau youtube.com
  5. Bahasa tubuh Perhatikan bahasa tubuh, jangan mengupil/ menggaruk kepala/ memainkan / menunjukkan sikap tidak percaya diri atau sikap buruk lainnya pada saat tes dan wawancara dilakukan. Penilai yang subjektif akan mencatat sikap anda dan memperburuk hasil evaluasi yang telah dilakukan WALAU sebenarnya anda mempunyai kompetensi yang mumpuni untuk mengerjakan tugas di posisi yang anda lamar. Bersikap relaks dan sopan akan memberikan nilai yang positif dihadapan para penilai tersebut
  6. Sikap Sikap disini adalah anda sebisa mungkin bersikap ramah walaupun diperlakukan dengan tidak pantas oleh pelaksana tes maupun wawancara. Kendalikan emosi meskipun anda berada dalam posisi sebagai seorang pelamar. Tetap pertahankan kesopanan, etika maupun tata krama selama proses ini berlangsung. Misalnya anda memiliki suatu sanggahan atau ketidaksetujuan, ungkapkan hal tersebut dengan cara yang baik. Niscaya mereka yang memperlakukan anda secara tidak pantas akan sadar bahwa hal ini merupakan hal yang penting juga untuk diperhatikan dan diharapkan mereka akan merasa malu dan merubah sikapnya terhadap pelamar yang lain. Suatu hal yang positif bila anda (yang notabene belum masuk ke perusahaan tersebut) dapat memberikan pelajaran yang berharga terhadap mereka.

Kira – kira faktor diatas dapat lebih diperhatikan oleh para pelamar, agar penilai mendapatkan kesan yang positif dan anda diterima untuk masuk ke perusahaan tersebut. (MWH)

“The world as we have created it is a process of our thinking. It cannot be changed without changing our thinking.” – AlbertEinstein

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s