Perlakuan kandidat vs Branding perusahaan

Situasi 1

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti psikotes utk posisi baru, saya ikut tes dari pagi jam 8.30 sampai 16.30, ini membuat saya pusing & tegang karena harus berfikir keras shg stamina drop. besoknya dipanggil lagi jam 8.30 untuk interview, ternyata saya harus menunggu cukup lama, dan baru sekitar jam 14 saya menjalani interview. Kalau saya perhatikan saya ternyata tidak menunggu giliran / antri utk interview dengan pihak HRDnya, karena saya lihat orang yang menginterview saya yakni HRD dari pagi hanya ngobrol-ngobrol, sekali lagi cuma ngobrol-ngobrol diruangannya, ini kelihatan dari kaca.

Apakah memang spt itu HRD cara mengetes calon karyawan? Apakah ini adalah salah satu metode mengetes calon karyawan?

Dengan dongkol dalam hati saya berkata, “CAPEK DEH” kok tdk efisien banget gtu loh. Mental spt ini dalam suasana krisis kok masih dipakai.

Salam

XXXXXXX

Situasi 2

krmn gw di telp hrd grup *** besar  utk dtg keesokan harinya.By phone dibilang dtg jam 9,trnyata baru dipanggil 2 stengah jam kmudian.gw diinterview sm head hrd nya.Yg bikin gw kesal,interview brjalan kurang dari 5 menit,dan disuruh pulang,katanya ‘sy akan mempelajari cv kamu dulu,jk dlm sminggu tdk ada panggilan brarti pilihan jatuh ke tangan yg lain’.:bata . Dr situ sdh kliatan ada bentuk pnolakan.Gw heran,slama 2 jam lebih sy mnunggu memangnya dia tdk mbaca cv saya dlu?Toh,gw mengirim resume via online shari sblumnya,bukankah resume gw sdh dibaca sblum mrk menelpon??. Buat hrd lain kali kalo memang tdk tertarik atau RAGU dg resume plamar dr awal,sbaiknya tdk perlu ditelpon, apalagi disuruh dtg H-1! kalaupun meminta utk dtg,jgn membuat plamar yg dtg jauh2 dan menghormati jam yg disepakati jd menunggu utk dipanggil terlalu lama.Hrd model begitu tampak tdk profesional dan bnr2 diatas angin. Sy betul2 kecewa dgn grup *** itu,sampe skrg jd malas kalo liat *** atau denger *** yg dinaungi grup itu.Sy kira org *** mestinya asik2,bkn ber-attitude tdkmanusiawispt itu.

(sumber : http://suryosumarto.com/hrd-dan-kandidat-harus-saling-respek/ )

Beberapa kejadian diatas hanyalah sebagian kecil pendapat orang yang pernah merasa diperlakukan tidak “manusiawi” oleh suatu perusahaan, terlebih ketika mereka sedang menaruh lamaran, dalam seting panggilan untuk keperluan tes dan wawancara, bahkan ketika diwawancara oleh user. Dalam suatu proses seleksi perusahaan pasti mengedepankan kualitas dari para calon melamar. Untuk proses ini meliputi tes tulis, wawancara dan evaluasi dari kandidat yang ada.

Perusahaan berusaha untuk melakukan penilaian tentang siapa kandidat terbaik yang bisa saya pekerjakan !. Namun terkadang atau bahkan seringkali secara tidak sadar, kita sebagai orang yang melakukan proses ini lupa bahwa para kandidat itu pun melakukan judgement terhadap pewawancara dan perusahaan tersebut. Hal inilah yang harus kita perhatikan, karena dapat berdampak positif bahkan negatif terhadap image suatu perusahaan, terlebih bila perusahaan tersebut misalnya memiliki moto mengutamakan service dan kualitas. Bisa jadi ketika perusahaan hanya berpikir bahwa customer (dalam arti sempit : pelanggan yang membeli produk; bukan dalam arti luas : setiap individu yang berinteraksi dengan diri dalam setiap proses kerja yang dilakukannya – dengan OB, staf departemen lain, pihak ketiga, dll) harus diberikan pelayanan yang terbaik, bisa jadi perusahaan tersebut kurang memiliki karyawan yang memiliki pemahaman yang baik terhadap moto tersebut.

Pembentukan pandangan negatif terhadap perusahaan seperti pada contoh situasi diatas tentunya dapat membahayakan eksistensi suatu perusahaan. Diibaratkan dua orang yang dikecewakan itu memiliki 400 teman di facebook, twitter maupun media sosial lainnya. Kemudian mereka menayangkannya ke forum – forum online di internet. Berapa banyak lagi pandangan negatif yang akan terbentuk ? Oleh sebab itu, kerja keras tim marketing perusahaan untuk melakukan branding menjadi sia – sia, karena mereka harus mengulang usahanya dari nol bahkan minus lagi. Terlebih ketika perusahaan tersebut membuat iklan lowongan kerja, berapa kandidat berkualitas yang tadinya tertarik, kemudian mengurungkan niatnya untuk melamar ? Berapa banyak orang – orang yang tadinya memiliki keinginan untuk menggunakan produk dari perusahaan tersebut, akhirnya membatalkan niatnya karena membaca berita miring mengenai hal tersebut ?

Seperti sudah banyak dibahas oleh para peneliti maupun praktisi di lapangan, word of mouth menjadi suatu metode yang dapat dimaksimalkan dengan sifatnya yang low budget high impact.  Namun ketika kita tidak secara bijak memanfaatkan hal ini, tentunya sangat disayangkan sekali. Terlebih word of mouth yang terbentuk sifatnya negatif, dampak yang akan terjadi akan lebih hebat lagi; terlebih bila pada dasarnya orang akan lebih mudah untuk mengingat hal – hal yang negatif daripada yang positif.

Oleh sebab itu kenyamanan kandidat merupakan suatu hal yang penting. Mulai dari kode etik, awal ketika kandidat menaruh lamarannya, suasana tempat tes dan wawancara, perlakuan terhadap kandidat selama proses tes dan wawancara, sampai dengan mereka pulang setelah selesai diproses oleh masing – masing user. Image perusahaan tentunya akan menjadi lebih positif bila perusahaan memperlakukan kandidat secara profesional sehingga diharapkan akan terus meningkatkan omset perusahaan dimasa depan. Kami pun sebagai sebuah tim rekrutmen mencoba untuk komit dan  berubah, agar kenyamanan tersebut dapat dirasakan oleh semua kandidat yang kami proses dan turut mengambil peran dalam kemajuan perusahaan (MWH)

The world as we have created it is a process of our thinking. It cannot be changed without changing our thinking.” – Albert Einstein

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s